Jakarta – Musik Indonesia memang nyaris terlarut dalam tema cinta mendayu-dayu. Namun, apakah dinamika musik yang tergolong minim variasi ini akan tetap bertahan pada 2009?
Para pengamat musik, memprediksikan tema cinta memang masih mendominasi pada 2009, namun dengan cara penyampaian berbeda.
Tren seperti ini sudah terlihat pada kuartal akhir 2008 ketika muncul lagu Kepompong milik Sindentosca. Lagu ini sama sekali tak menawarkan tema cinta. Jalu, sang penyanyi dan pencipta lagu itu justru melantunkan cerita tentang persahabatan yang inspiratif.
Pun yang dilakukan grup band The Changcuters. Mereka tampil dengan lagu-lagu bercorak rock n roll, seakan memberi kesegaran dan pilihan dalam mendengarkan musik.
Moh Tria Ramadhani alias Tria (vokal), Muhammad Iqbal atau Qibil (backing vocal & gitar), Arlanda Ghazali Langitan atau Alda (gitar), Dipa Nandastra Hasibuan atau Dipa (bas), dan Erick Nindyoastomo alias Erick (drum), juga selalu heboh ketika beraksi di atas panggung. Ini memberikan hiburan tersendiri bagi penonton.
Ya, Sindentosca dan The Changcuters sanggup mencuat di tengah demam musik pop melayu yang mendayu-dayu.
Sebenarnya banyak band lain yang menyuguhkan sajian musik berbeda dengan apa yang ada di permukaan pasar. Mereka adalah band-band indie label, yang kini banyak berkembang menjadi minor label. Istilah minor label belakangan hadir karena kian mengguritanya kalangan indie label.
“Minor label itu, adalah indie label yang sudah lebih industri. Jaringan pemasarannya tidak kalah dengan major label, tersebar di seluruh Nusantara,” ungkap Fajar Budiman.
Maka, sebut saja, White Shoes & Couples Company, Sore, The SIGIT, The Upstairs, Mocca, dan lainnya adalah band-band yang sebenarnya memiliki karya-karya istimewa, dan berkualitas. Tak sekadar mengikuti tren, melainkan mengedepankan inovasi dan ciri khas tersendiri dalam karya-karya bermusiknya. Dengan jaringan pemasaran melalui dunia maya, mereka bahkan bisa menembus pasar mancanegara. Mereka pun wira-wiri manggung di luar negeri.
Namun karena tak tergabung dalam major label, mereka kerap tidak mendapatkan ekpsose. “Untuk masuk ke televisi saja, lagu kita susah banget,” ujar Ade F Paloh, personel Sore. “Masak kita harus bikin gosip dulu dengan artis, baru bisa masuk televisi?” ujarnya seraya tertawa lebar.
Namun, menurut Remy, pada kuartal pertama 2009, musisi-musisi seperti Sindentosca atau band indie akan memberikan pengaruh. Kemudian dari musikalitasnya, jenis pop masih kuat karena animo masyarakat. Hanya saja, nantinya akan banyak sekali percampuran dan pengaruh dari aliran R&B, jazz, blues maupun groove.
Sedangkan Bens Leo mengungkapkan, gairah semangat indie akan semakin berkembang di tahun baru ini. Para musisi indie makin sering tampil dalam konser atau bahkan merilis album.
Sementara untuk jenis musiknya bisa bermacam-macam. Tampilannya pun lebih banyak berbentuk band karena lebih mudah.
Sifat band itu mandiri karena aransemen dan lirik dibuat sendiri, sehingga ongkos produksinya lebih rendah ketimbang harus membuat album penyanyi solo. “Makanya nanti pada 2009 masih akan terus bermunculan,” ungkap Bens.
Sementara rock murni juga akan berusaha muncul lagi seperti yang kini terjadi di Amerika Serikat. Log Zhelebour akan mengawali 2009 dengan merilis album rock murni, yakni Jamrud: New Performance 2009.
“Setelah tahun lalu kita dicekoki musik pop rock atau rock kemelayu-melayuan, sekarang saya akan hidupkan kembali musik rock murni yang keras dan garang,” ujarnya.
Meski dia mengakui ada 1-2 lagu dari tujuh lagu yang ada di album terbaru Jamrud itu akan terselip lagu-lagu lembut. “Tetapi, lebih ke slow rock, bukan pop rock. Jadi tetap garang,” tandas Log.
Keyakinan musik rock murni bisa menjadi tren kembali di tahun 2009 juga diungkapkan Aziz Mangasi Siagiaan, frontman kelompok musik Jamrud. Menurut dia, sebenarnya banyak band rock yang mau melepas album ke pasar. “Tetapi pada 2008 kemarin kan dikuasai oleh pop rock dan pop melayu. Jadi semua pada nunggu. Tetapi saya yakin setelah Jamrud mengeluarkan album, banyak band rock lain yang juga merilis album,” ungkapnya.
SUMBER: INILAH.COM